Desain Grafis ala Korea

 

Mengenal Desain Grafis ala Korea, Desain Minimalis yang Atraktif

Selalu saja ada hal-hal menakjubkan dari kebudayaan Korea, mulai dari artis, musik, film, make-upfashion, dan kulinernya. Namun tidak hanya itu, karena desain grafis ala Korea juga mulai mendominasi secara global. Tren desain grafis di Korea didominasi dengan visual yang menyegarkan dengan memadukan beberapa elemen. Kesederhanaan dan keberanian dari hasil perpaduan setiap elemen yang digunakan membuatnya tampak modern sekaligus tradisional, terutama penggunaan hangeul yang merupakan alfabet Bahasa Korea yang dipadukan dengan elemen desain grafis kekinian. 

1. Oranamen Minimalis


Bagaimana impresi pertamamu saat pertama kali melihat desain poster di atas? Tanpa perlu menggunakan banyak ornamen di dalam artwork, sang desainer sudah mampu menciptakan desain yang memukau. Meski hanya menggunakan sedikit ornamen di dalamnya, kamu juga harus kreatif agar visualnya tidak terlalu kosong. Caranya adalah dengan memainkan tipografi dan beberapa ornamen sederhana seperti line art yang membuatnya tampak minimalis. Desain-desain seperti ini cocok buat kamu yang ingin membuat portofolio menarik tanpa perlu ribet.

2. Menggunakan White Space


Penggunaan ornamen minimalis membuat desain ala Korea memiliki white space yang tampak dominan. Buat kamu yang belum tahu, white space atau negative space adalah ruang kosong yang tercipta di antara dan sekitar unsur desain layout atau halaman. Ruang yang dimaksud bisa berupa ruang di sekitar gambar, baris, kolom, dan margin. Namun meski white space di desain grafis ala Korea sangat kentara, para desainer sangat kreatif sehingga berhasil membuat desain minimalis yang tidak membosankan.

3. Warna Dingin Lebih Mendominasi


Setiap warna memiliki bias yang bisa dikelompokkan menjadi warna hangat dan warna dingin. Kedua kelompok ini memiliki peran penting untuk keberhasilan sebuah pencampuran warna. Warna hangat adalah warna yang mampu memberikan efek panas di alam bawah sadarmu. Sedangkan warna dingin adalah warna yang mampu memberikan efek dingin di alam bawah sadarmu. Desain grafis ala Korea sendiri lebih didominasi dengan warna dingin yang memberikan efek sejuk dan tenang.

4. Menggunakan Warna Plain


Desain grafis ala Korea cenderung menggunakan warna-warna dingin yang plain. Warna plain adalah warna solid yang tidak menggunakan gradasi sama sekali. Apabila kamu mencari contoh gaya desain ini di internet, gambar-gambar yang muncul pasti cenderung menggunakan warna plain. Berdasarkan teori psikologi warna yang pernah kamu bahas sebelumnya, semakin muda warna dingin bisa menimbulkan efek sunyi dan tenang. Sedangkan semakin gelap warna dingin bisa menimbulkan persepsi seakan-akan tenggelam di dalam emosi.

5. Bermain dengan Tipografi Hangeul

Ciri khas desain grafis ala korea yang berikutnya adalah permainan tipografi yang sangat kece, ada yang sengaja dibuat bold, light, atau custom. Umumnya, desain poster Korea mencantumkan hangeul di dalam artworkHangeul merupakan alfabet Bahasa Korea yang terkesan tradisional ini ternyata sangat cocok saat digabungkan dengan elemen desain masa kini. Sesuatu yang kontradiktif antara tradisional dan modern inilah yang menjadi salah satu daya tarik desain grafis ala Korea. 

6. Eksekusi Desain yang Atraktif


Nah, penggabungan bentuk, warna, dan objek lainnya yang tertera di dalam artwork desain ala Korea membuat hasil eksekusinya tampak atraktif. Permainan tipografi hangeul dan pemilihan objek lainnya harus seimbang untuk menjaga white space agar tidak sumpek. Apakah sekarang anda akan beralih ke gaya desain yang satu ini? Tidak ada salahnya untuk mencoba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknik Penyajian Desain Busana

Fungsi Tekstur Dalam Desain Grafis

Prinsip Dasar Desain Busana